Hal – Hal Yang Harus Di Lakukan Sebelum Mewawancarai

Hal – Hal Yang Harus Di Lakukan Sebelum Mewawancarai

Hal – Hal Yang Harus Di Lakukan Sebelum Mewawancarai

 

Wawancara atau interview baik pada saat melamar kerja, mendaftar beasiswa, atau mendaftar masuk kuliah merupakan tahap yang penting. Namun tahap ini cukup menegangkan dan tidaklah mudah bagi sebagian besar orang.

Wawancara juga banyak di artikan atau di definisikan sebagai kegiatan tanya jawab antara seseorang yang mengetahui suatu informasi dengan https://www.nodeclipse.org/ orang yang menanyakan atau bertanya tentang sebuah informasi atau keterangan suatu hal, Berdasarkan artian atau definisi berikut maka sebelum melakukan Wawancara harus ada aspek aspek ataupun hal Рhal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan sebelum mulai melakukan wawancara.

Umumnya dalam wawancara, orang yang akan dimintai informasi akan disebut dengan narasumber dan orang yang akan mewawancarai disebut sebagai pewawancara.

Sebelum melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi tersebut, maka seorang pewawancara haruslah menyiapkan beberapa hal atau aspek terlebih dahulu agar lebih siap dan lebih matang untuk mewawancarai narasumber serta bisa mendapatkan hasil wawancara berupa informasi yang lengkap dan jelas dengan waktu yang singkat. Karena bertele-tele atau berlama-lama akan membuat narasumber bosan dan suasana berubah menjadi lebih freak ya guys.

Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melakukan Wawancara

Mengutip dari beberapa sumber hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan wawancara agar mendapatkan hasil yang baik atau optimal selama proses tanya jawab berlangsung atau dimulai adalah.

  • 1.Membuat janji dengan Narasumber
    2.Menentukan tema atau topik yang ingin dibahas
    3.Menentukan narasumber yang tepat untuk diwawancarai sesuai dengan topik pembahasan
    4.Membuat daftar pertanyaan yang akan diajukan ke narasumber
    5.Menyusun daftar pertanyaan secara berurutan
    6.Menyiapkan alat tulis ataupun alat perekam untuk mencatat hasil wawancara
    7.Pastikan untuk menggunakan yang sopan dan santun saat bertanya
    8.Merangkum isi dari poin Wawancara agar tidak menghabiskan banyak waktu
    9.Mempersiapkan alat pencatat atau perekam dan memastikan berfungsi dengan baik.
    10.Pada saat memberikan pertanyaan, pastikan memakai bahasa yang sopan.

Selain hal hal atau poin point diatas, kita juga perlu mempersiapkan fisik dan mental menghadapi narasumber guys agar bisa menjalani wawancara dengan lancar tanpa ada kendala sedikit pun. Di samping itu, kita juga bisa berlatih ataupun melatih untuk melakukan wawancara agar semakin siap untuk melakukan wawancara dengan narasumber.

Jangan memotong pembicaraan responden dan mengajukan pertanyaan menyinggung atau menyudutkan narasumber ya guys. Tindakan ini kurang sopan dan bisa membuat perolehan informasi atau data menjadi kurang lengkap bahkan bisa membuat narasumber tidak enak hati dan meninggalkan kalian begitu saja.

Hindari juga mengajukan pertanyaan berbelit-belit. Tujuannya supaya mereka bisa mudah menangkap pertanyaan yang kamu ajukan. Sebaiknya hindari untuk meminta mereka mengulang jawaban, karena itu hal yang bertele – tele dan membuang waktu. Hal ini membuat kamu perlu membawa alat perekam.

Nah gimana guys? udah paham kan hal atau aspek apa saja yang harus dipersiapkan sebelum melakukan Wawancara? Karena Wawancara bukan hanya seperti ngobrol dengan teman sebaya atau rumah saja guys, ada yang beberapa hal yang harus diperhatikan sehingga Wawancara berjalan dengan lancar, okey cukup sekian semoga bermanfaat ya guys.

kode etik jurnalistik

Fungsi Dan Isi Kode Etik Jurnalistik

Kebebasan pers di Negara Indonesia sudah terjamin di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 sebagai salah satu bentuk hak asasi manusia. Namun, kebebasan pers tersebut tidaklah bersifat mutlak namun diikuti dengan tanggung jawab sosial.

Yang dimaksud dengan tanggung jawab sosial disini adalah setiap kegiatan pers harus menghormati hak asasi dari semua orang juga mesti daftar slot online memiliki tanggung jawab kepada publik. Nah, agar tanggung jawab sosial tersebut dapat berjalan dengan efektif, maka terciptalah Kode Etik Jurnalistik yang harus diikuti oleh wartawan.

Kode etik umumnya dipakai sebagai dasar operasional satu karier. Karena reporter sebuah karier, karena itu dibuatlah kode etik jurnalistik sebagai dasar operasional. Kode etik jurnalistik berperan sebagai dasar kepribadian dan norma supaya seorang reporter selalu bertindak tanggung-jawab sosial.

Septiawan Santana dalam buku Wartawanme Kontemporer (2017), mendeskripsikan kode etik jurnalis sebagai beberapa kumpulan konsep kepribadian yang mencerminkan ketentuan-peraturan yang harus dipatuhi oleh semua reporter.

Kode etik jurnalistik berisi apapun sebagai pemikiran, perhatian, atau penalaran kepribadian karier reporter. Disamping itu, isi etikanya atur hak dan kewajiban dari kerja jurnalistik. Dasar kode etik jurnalistik merujuk pada kebutuhan khalayak. Karena kebebasan jurnalis yang bagus ialah kebebasan yang tidak melukai kebutuhan khalayak dan mematuhi hak asasi masyarakat negara.

Isi Kode Etik Jurnalistik

Dikutip dari situs resmi milik Dewan Pers Indonesia, dijelaskan isi-isi dari kode etik jurnalistik, yakni:

Pasal 1, reporter Indonesia berlaku mandiri, hasilkan informasi yang tepat, seimbang, dan tidak berniat jelek.

Pasal 2, reporter Indonesia tempuh beberapa cara yang professional dalam melakukan pekerjaan jurnalistik.

Pasal 3, reporter Indonesia selalu mengetes info, menyampaikan secara seimbang, tidak menambahkan bukti dan penilaian yang mengadili, dan mengaplikasikan azas praduga tidak bersalah.

Pasal 4, reporter Indonesia tidak membuat informasi berbohong, fitnah, sadis, dan cabul.

Pasal 5, reporter Indonesia tidak mengatakan dan siarkan identitas korban kejahatan bersusila dan tidak mengatakan identitas anak sebagai aktor kejahatan.

Pasal 6, reporter Indonesia tidak menyalagunakan karier dan tidak terima suap.

Pasal 7, reporter Indonesia mempunyai hak tolak membuat perlindungan pembicara yang tidak siap dijumpai identitas atau kehadiranya, menghargakan ketetapan embargo, info background, dan off the record sesuai persetujuan.

Pasal 8, reporter Indonesia tidak menulis atau siarkan informasi berdasar prasangka atau diskriminasi pada seorang atas dasar ketidaksamaan suku, ras, warna kulit, agama, tipe kelamin, dan bahasa dan tidak merendahkan martabat orang kurang kuat, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

Pasal 9, reporter Indonesia menghargai hak pembicara mengenai kehidupan pribadinya, terkecuali untuk kebutuhan khalayak.

Pasal 10, reporter Indonesia selekasnya mengambil, meralat, dan membenahi informasi yang salah dan tidak tepat dibarengi dengan keinginan maaf ke pembaca, pendengar, atau penonton. Pasal 11, reporter Indonesia layani hak jawab dan hak revisi secara seimbang.